ANI YANG GEMAR MENANTI
ANI YANG GEMAR MENANTI Karya oleh Alvisha Malam pukul tujuh di Stasiun Purwokerto, Ani duduk sembari menerawang kearah papan kerlap-kerlip bertuliskan jadwal kedatangan sepur. Jaketnya Ia kancing sampai leher, kedua tangan mengatup sambil sesekali digesek satu sama lain. Kakinya bergoyang kekanan kekiri hampir seperti orang menggigil. Matanya sayu seperti tidak tidur semalaman, ada garis hitam dibawah mata. Diluar angin bertiup membawa hujan sampai menggoyang pohon. Guntur sesekali menyambar, terkadang hanya bergemuruh, terkadang keras seperti bunyi petasan mercon. Hawa dingin masuk, menusuk tubuh Ani walau seberapa rapat Ia sudah mengancing jaketnya. Tetapi badan-nya teguh, tak sedikitpun Ia sandarkan walau matanya beberapa kali meminta Ani untuk tidur. Terkantuk-kantuk dirinya. Kalau bertanya tentang apa yang ditunggu oleh Ani, maka dijawab Ani sedang menunggu sepur dari Yogyakarta―Purwokerto. Mungkin hatinya akan tenang ketika lagu ‘Ditepinya Sungai Serayu’ be...